Serta darah yang mengucur
Tak kau hiraukan sama sekali
Terik matahari kau lawan
Hujan angin kau terjang
Derita sakit tak kau rasakan
Goresan perih pun tak kau indahkan
Hanya demi satu
Mengharumkan kota kelahiranmu
Jayalah engkau
Pemuda sang pengukir sejarah








0 komentar:
Posting Komentar